Tujuh Persil Masuk Appraisal

2019-07-04 17:03:08

Lanjutan Proyek JLLB di Osowilangun

SURABAYA – Pembebasan lahan untuk proyek jalur lingkar luar barat (JLLB) di wilayah Osowilangun masuk tahap baru. Tujuh persil yang dulu masih dalam pengukuran peta bidang kini tinggal menunggu penaksiran harga dari kantor jasa pelayanan publik (KJPP) atau tim independen.

Penilaian harga tersebut bisa dilakukan lantaran tujuh persil itu resmi diumumkan masuk peta bidang oleh Badan Pertahanan Nasional (BPN) I Surabaya pada Maret. “Kini hanya nunggu di appraisal,” kata Lurah Osowilangun Agus Edi Purnomo kemarin siang (22/4)

Agus mengatakan, ada pengukuran petabidang di wilayahnya yang dilangsungkan sejak dua tahun lalu. Tetapi baru diumumkan pada Maret. Dia menjelaskan, jumlah wilayah Osowilangun yang terdampak JLLB memang tidak banyak, sekitar 14 persil. Meski begitu, ukuran luas bidangnya bisa mencapai belasan hectare. Sebab, sebagian besar berupa tambak.

Dari total 14 persil itu, lanjut Agus, tujuh di antaranya kini sudah masuk peta bidang. Empat lainnya masih menunggu pengumuman peta bidang. “Ada juga dua persil lain yang kini menunggu untuk dilakukan pengukuran peta bidang oleh BPN I Surabaya,” tembahnya.

Dua persil tersebut belum menyerahkan alas haknya ke BPN I Surabaya. Meski begitu, pemilik lahan sudah setuju untuk dilakukan pengukuran. “Tetapi kalau mau diukur kan berkasnya harus dilengkapi dulu,” tuturnya.

Agus menuturkan, dari total 14 persil tersebut, ada satu yang dimiliki pengembang. Namun, lokasi itu nanti tidak ada proses ganti rugi dari pemkot. Sebab, pengembang akan menyerahkan tanah tersebut sebagai fasilitas umum(fasum). Pihak pengembang pun sudah menyerhakan data-datannya ke kelurahan.

Camat benowo Muslich Hariadi mengatakan, progress pembebasan lahan di Osowilangun, terlebih wilayah Benowo, mungkin rampung tahun ini. Apalagi, proyek JLLB di area Sememi Jaya sudah dikerjakan. “Target tahun ini pembebasan untuk Benowo selesai paparnya. (omy/c15/tia)