Pengumunan Appraisal Tunggu Lebaran

2019-06-29 00:33:55

Penaksiran 17 Persil JLLB Terus Jalan

SURABAYA – Proses penaksiran harga di 17 persil terdampak proyek jalan lingkar luar barat (JLLB) di Sememi terus dilakukan, Rencanannya, hasil appraisal tersebut diumumkan ke warga bulan depan setelah lebaran. Besar harapannya, proses pembebasan di wilayah Benowo rampung tahun ini.

Sebanyak 17 persil tersebut berada di kelurahan Sememi. Tepatnya, Sememi Kidul. Tahapan appraisal di Sememi itu dimulai sejak minggu lalu. “kini juga masih proses penaksiran,” ucap Camat Benowo Muslich Hariadi kemarin.

Muslich menuturkan, berdasar rapa di kantor Badan Pertahanan Nasional (BPN) I Surabaya dengan pihak pemkot dan Kantor Jasa Pelayanan Publik (KJJP) selaku tim yang melaksanakan appraisal, hasil appraisal akan disampaikan Juni.

“Proses tersebut harus selesai dalam waktu sekitar sebulan. Harapannya, sebelum Lebaran, sudah selesai dilakukan appraisal. Akan diumumkan setelah Lebaran, “katanya. Setelah ada pengumuman, akan dilakukan pembayaran ganti rugi.

Nanti, seperti sebelumnya, pemilik lahan akan diundang ke BPN. Warga bakal diberi tenggang waktu untuk menyanggah hasil appraisal tersebut. Jika warga sepakat, dilakukan penyerahan hak alas dan pembayaran ganti rugi, “ tapi, sampai sejauh ini, banyak warga sepakat dengan harga yang diberikan tim independen itu,” ungkapnya.

Pihaknya berharap, dalam penyampaian hasil ke masyarakat, mereka bisa puas dengan nilai ganti rugi. Muslich memastikan tim appraisal bekerja secara professional untuk menaksir harga persil. “Jadi, proses pembebasan bisa lebih cepat,” tuturnya.

Dengan demikian, wilayah yang terdampak JLLB bisa segera dibebaskan dan dikerjakan. Muslich mengungkapkan, 17 persil yang kini menunggu hasil penilaian harga itu berada di utara rel kereta. Sebagian besar masih berupa area pertambakan. Termasuk lahan yang dimiliki salah satu perusahaan.

Mengenai 119 persil baru yang terdampak JLLB di sememi Baru, Muslich menyebutkan bahwa hamper semua warga sudah menyerahkan berkasnya ke kelurahan. Dengan begitu, proses awal pengukuran peta bidang bisa segera dilakukan. Hanya, ada mekanisme sebelum pembayaran ganti rugi.

Antara lain, pengukuran dan penetapan peta bidang. Termasuk juga penilaian harga dari tim KJJP. “Tahun ini target pembebasan seluruh lahan terdampak bisa selesai, “ucapnya. (omy/c20/tia)