Risma Pastikan Pembangunan Jalur Lingkar Luar Barat Surabaya Dimulai Tahun Ini

2016-06-27 04:17:33

SURYA.co.id I SURABAYA - Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mentargetkan hingga akhir tahun 2016 ini, pembangunan Jalur Lingkar Luar Barat JalanLB untuk titik Jalan Raya Benowo hingga pintu masuk Pelabuhan Teluk Lamong sudah bisa diselesaikan.

Ini karena di lahan yang akan dipakai merupakan lahan milik pengembang dan sudah bersedia menyerahkan lahannya untuk JalanLB.

"Sekitar 80 persen lahan di sana adalah milik pengembang. Dan pengembang sudah sepakat untuk mengerjakan areal yang memang terkena rencana jalan," kata Risma, saat ditemui di Balai Kota, Jumat 1/4/2016.

Saat ini pengembang yang memiliki lahan juga sudah melakukan pengembangan pada lahannya dengan membangun pemukiman, pergudangan, dan fasilitas publik serta bisnis.

"Yang punya pengembang sekarang sudah jalan kok. Pengembang sudah mau kerja, dalam percepatan ini kami sudah bagi tugas. Yang lahan punya pengembang dikerjakan mereka, yang kami kerjakan yang lahan yang bukan punya pengembang," lanjut Risma.

Sementara untuk lahan yang masih dimiliki warga, Pemkot juga sedang melakukan proses pembebasan.
Jalan Lingkar Luar Barat merupakan jalan raya yang direncanakan membentang dari Benowo hingga Romokalisari ini digadang untuk menjadi pengurai kemacetan di jalur angkutan Barat dari arah Barat Kota Surabaya, lalu berlanjut ke titik Jalan Raya Benowo hingga ke Lidah tembus ke daerah Wiyung.

Untuk titik Jalan Raya Benowo ke Pelabuhan Teluk Lamong, akses jalan ini akan menambah kemudahan bagi para kendaraan angkutan darat yang selama ini mengandalkan jalan seperti di Jalan Margolyo dan Jalan Kalianak untuk bisa masuk ke Surabaya.

Lebih lanjut, Risma mengatakan, jika pengembang mengerjakan dari sisi Jalan Raya Benowo, maka pemkot akan mengerjakan dari sisi Selatan.

Tepatnya penyediaan sambungan jalan untuk masuk ke tol Romokalisari. Menurut Risma, izin untuk pembangunan ruas jalan interchange di tol tersebut sudah mendapat persetujuan dari badan pengelola jalan tol. Bahkan analisa dampak lingkungan amdal.
"Nanti di interchange itu akan ditambah lengkungan jalan seperti semanggi, itu pintu masuknya dari JalanLB ke tol dan sebaliknya. Sebab kalau nggak dikasih jalan itu, nah terus truk itu lewat mana, makanya dibikinkan jalan," jelas Risma.

Kepala Bidang Fisik, Sarana dan Prasarana Bappeko Surabaya Dwija Wardhana, menambahkan, proses pembebasan Jala Lingkar Luar Barat tersebut memang memasuki tahap sosialisasi dan pembebasan. Pemkot secara aktif melakukan dialog pada warga untuk menghindari kesalahpahaman terkait pembangunan Jalan Lingkar Luar Barat tersebut.

“Total panjang Jalan Lingkar Luar Barat ini adalah 26,1 kilometer. Lebarnya ada selebar 60 meter," jelasnya.

Ia menegaskan, meski ukurannya cukup lebar, namun jalan ini akan difungsikan sebagai jalan biasa dan bukan jalan tol. Sehingga nantinya pengguna jalan ini tidak dipungut biaya alias gratis.

 

Sumber: http://surabaya.tribunnews.com/2016/04/01/risma-pastikan-pembangunan-jalur-lingkar-luar-barat-surabaya-dimulai-tahun-ini